Share

Kebencian Dania

last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-13 09:57:56

Wajah Dania memucat, dia meneguk ludah kasar melihat sorot mata Elvano yang begitu tajam.

“Bu-bukan begitu maksud saya, Pak.” Kepala Dania menggeleng pelan. Lagi-lagi ludah meluncur susah payah saat melewati kerongkongannya.

Sorot mata Elvano yang begitu dingin, membuat kepala Dania tertunduk. Tatapannya kini tertuju pada ujung sepatunya.

“Kalian di sini dibayar untuk bekerja, bukan untuk menindas apalagi menghakimi seseorang bersalah atau tidak.” Suara Elvano penuh penekanan tak terbantahka
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (6)
goodnovel comment avatar
DyazRini Janardhani
siapa lagi itu yang ngambil gambar,, semoga aja nggak ada yang mau sebar fitnah
goodnovel comment avatar
eva nindia
siapa itu yg motret Kiran.... c Mona ni jdi kmpor Bledug wae ampun....
goodnovel comment avatar
Adeena
ini sp yg lg ngutit Kiran...
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Dimanja Mantan Posesif   Mana Mungkin Selingkuh

    Noah tersentak.Wajahnya merah padam bersamaan jari-jarinya yang kini mengepal kuat.“Apa maksudmu? Kamu mau menuduh ayahku berselingkuh dengan Martha, lalu wanita gila itu sekarang mengincar Kiran untuk balas dendam. Itu maksudmu?” Suara Noah menggeram tertahan. Ingin meledak tetapi masih ditahan untuk menjaga situasi tetap kondusif.“Tenanglah, itu hanya tebakanku. Banyak spekulasi yang bisa kita pikirkan, tapi mendengar cerita dari orang yang aku temui, semuanya mengarah ke sana.” Theo bicara dengan sangat santai menghadapi sikap Noah.Noah mendengkus kasar. Dia memalingkan muka untuk menahan diri agar emosinya tak meledak.“Kehidupan keluargaku baik-baik saja selama bertahun-tahun ini. Kami begitu harmonis, jadi jaga pemikiranmu itu.” Noah bicara sedikit ketus.Kiran diam mencerna ucapan Theo. Bisa saja semua yang Theo katakan memang benar.Hanya saja, tanpa bukti lebih jelas, mereka juga tidak bisa langsung menyimpulkan.“Masalah ini belum jelas arahnya.” Kiran membuka suara.Tata

  • Dimanja Mantan Posesif   Informasi Theo

    Sore hari.Kiran duduk di mobil Elvano.Dia menoleh pelan ke sang kekasih yang sedang mengemudi.“Apa yang Theo katakan?” Kiran menahan penasaran sejak Elvano mengatakan jika Theo sudah mendapat informasi soal Martha.“Aku juga belum tahu, tapi Theo bilang sudah ada petunjuk dan ingin bertemu langsung untuk membahas ini.”Kiran mengangguk-angguk mendengar penjelasan Elvano.“Kamu sudah menghubungi Noah?” tanya Elvano saat menoleh sekilas pada Kiran.Kiran mengangguk pelan. “Aku sudah mengirim pesan padanya untuk datang ke kafe yang kamu katakan tadi.”Elvano mengangguk-angguk pelan.Mereka tiba di kafe yang dituju.Kiran dan Elvano keluar dari mobil, kemudian berjalan masuk ke kafe.Saat menginjakkan kaki di dalam kafe, tatapan mereka tertuju ke lantai dua kafe ini.Theo menunggu di atas.Elvano dan Kiran naik ke lantai atas. Setibanya di sana, ternyata Noah sudah tiba lebih dulu dari mereka.“Kamu tiba lebih awal?” Kiran menatap Noah yang sudah duduk satu meja dengan Theo.“Kebetulan

  • Dimanja Mantan Posesif   Pria Tak Dikenal

    Staff ini melirik pada Kiran yang berdiri di dekat Elvano.Dia belum berani mengangkat pandangannya. Masih dengan kepala tertunduk, staff ini berkata, “Saya tahu dari seorang pria yang meminta saya hati-hati karena di perusahaan ini sekarang ada anak dari pesaing RDJ.”Lirikan mata staff tertuju pada Kiran setelah selesai bicara.“Dan, hanya karena informasi tak jelas itu, kamu menyebar fitnah?” Elvano bicara dengan penuh penekanan.Kiran sejak tadi diam mengamati. Kiran melihat staff ini terus meremat jari, bola mata staff ini juga bergerak liar.Kiran yakin, alasannya bukan sesederhana itu.“Jujur saja, dari mana kamu tahu informasi itu. Semakin kamu jujur, akan semakin kecil konsekuensi yang akan kamu terima. Jika kamu memilih berbohong dengan mengarang cerita, maka jangan salahkan perusahaan bertindak tegas atas sikapmu yang menciptakan kegaduhan menggunakan namaku.” Kiran bicara dengan cepat tetapi lugas.Bruk!Staff langsung berlutut, kepalanya menggeleng kuat saat menatap Kira

  • Dimanja Mantan Posesif   Pelakunya

    Kiran tersentak.Dia membalikkan tubuhnya menghadap ke arah sumber suara.Pandangannya kini tertuju pada Elvano yang berdiri tepat di depannya.Apa Elvano mendengar semuanya?Kiran teringat dengan nasib teman-teman Dania yang dulu mengerjainya, ketika tatapannya menoleh ke dalam pantry, Kiran melihat ekspresi panik di wajah para staff ini.Apakah Elvano akan memberikan hukuman kepada mereka?Nindy dan yang lain langsung menunduk melihat keberadaan Elvano di depan pintu bersama Kiran.Dua staff tadi bicara sangat vocal, sekarang hanya bisa tertunduk diam dengan jemari saling meremat.“Jika kalian ingin bersantai sambil bergosip, silakan letakkan surat pengunduran kalian di mejaku.”Staff di pantry terperanjat. Mereka menggeleng dengan wajah panik.“Tidak, Pak. Kami tidak berani.” Mereka menggeleng bersama.“Kembali ke pekerjaan kalian!”Satu kalimat sentakkan yang mampu membuat para staff membubarkan diri.Nindy sampai meringis mendengar bagaimana Elvano mengamuk.Lima tahun bekerja d

  • Dimanja Mantan Posesif   Semua Meragu

    Elvano melangkah di koridor menuju ruang kerjanya. Tatapan Elvano tertuju pada Kiran yang baru saja berdiri dari duduknya. Senyum dia lempar ke arah Kiran, sebelum berbelok ke ruang kerjanya diikuti Kiran.“Aku sudah membuatkan latte sejak sepuluh menit lalu, seharusnya sekarang sudah tidak terlalu panas.”Mendengar ucapan Kiran, jari Elvano menyentuh cangkir saat kakinya berhenti melangkah tepat di samping meja.“Sangat pas.” Elvano menoleh sambil kembali melempar senyumnya.Kiran mengangguk. Dia berdiri di depan meja Elvano, kemudian membacakan jadwal Elvano hari ini.Elvano menyesap lattenya sambil mendengarkan apa yang Kiran bacakan.Saat tatapannya terangkat ke arah sang kekasih, Elvano menyadari sorot mata Kiran yang berbeda.“Ada apa, Ki? Apa ada masalah?” Tatapan Elvano terus tertuju pada Kiran, saat tangan kirinya meletakkan cangkir kembali di atas meja.Kiran langsung menatap pada Elvano. Meski kepalanya menggeleng dan senyumnya diangkat paksa, tetapi tak mampu menyembunyika

  • Dimanja Mantan Posesif   Rumor Lagi

    Kiran merangsek, membelah kerumunan para karyawan yang malah berdiri menonton rekannya yang sedang berkelahi.“Berhenti! Kubilang berhenti!” Kiran melerai sambil melepas tangan seorang staff yang mencengkram rambut Sabrina.Begitu juga dengan sebaliknya.“Apa yang kalian lakukan, hah? Ini kantor, bukan arena gulad!” Kiran berdiri dengan tegak, menatap bergantian pada Sabrina dan staff yang terlibat perkelahian.“Bukankah itu dia ….”“Benar, masih tak tahu malu sekali berada di perusahaan ini ….”Kening Kiran berkerut dalam mendengar samar-samar bisikan karyawan yang ada di belakang punggungnya.Saat dia menoleh, semua orang diam mengalihkan pandangan.Kiran kembali menatap pada Sabrina, penampilan sahabatnya ini berantakan.“Ada apa ini? Kenapa kalian bertengkar sepagi ini?” Kiran menatap bergantian pada Sabrina dan staff.Staff yang berkelahi dengan Sabrina menatap remeh pada Kiran.Staff ini merapikan pakaiannya, lalu mendecih sebelum masuk ke lift yang baru saja terbuka.Semua staf

  • Dimanja Mantan Posesif   Coba Saja Dulu

    Saat jam makan siang. Dania masuk ke ruang kerja pamannya. Langkah pelannya terarah pasti menuju meja sang paman. “Paman, bagaimana hasil rapatnya tadi?” Dania langsung mengambil posisi duduk setelah bertanya. Malik menatap pada Dania, napasnya berembus pelan sebelum dia menjawab, “Elvano melindu

    last updateHuling Na-update : 2026-03-22
  • Dimanja Mantan Posesif   Sakit

    Hari berikutnya. Kiran berada di ruangan Elvano. Merapikan meja seperti biasanya sebelum sang atasan datang. Namun, ada yang berbeda hari ini dari Kiran. Wajahnya sedikit pucat, hidungnya juga memerah. Beberapa kali telunjuk Kiran menggosok pangkal hidungnya. Ketika baru saja selesai merapikan tu

    last updateHuling Na-update : 2026-03-20
  • Dimanja Mantan Posesif   Kalung Berharga

    Cengkraman jemari Widya semakin menguat di lengan Kiran. Bahkan otot-otot leher Widya tertarik sampai menyembul di bawah kulit. “Kamu berani membantah! Kamu pikir, nyawa ayahmu tidak lebih berharga dari kalungmu itu?” Mata Widya menajam, dia melepas lengan Kiran sambil mendorong kuat tubuh Kiran.

    last updateHuling Na-update : 2026-03-19
  • Dimanja Mantan Posesif   Terlalu Ikut Campur

    Jemari Kiran menarik nota yang tertempel di luar plastik. Namanya dan divisi tempatnya berada, tertera di sana. “Mungkinkah Sabrina yang kirim?” Tadi, saat menghubunginya, suara Sabrina panik karena mencemaskan dirinya. Ah, benar. Pasti dari Sabrina. Kiran menatap serius ke layar ponsel kala me

    last updateHuling Na-update : 2026-03-20
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status