Kening Elvano berkerut dalam.Dia melepas pelukannya.Elvano memegang kedua lengan Kiran, tatapannya tak teralihkan dari wajah sang kekasih.Bola mata Kiran terlihat berkaca-kaca.“Kenapa kamu berpikir jika aku sedih?” Elvano menatap ke dalam bola mata Kiran.Elvano bisa melihat kesedihan di balik senyum yang Kiran pajang.Kiran tenang, dia tak ingin Elvano semakin bersedih.Jemari Kiran meraih dasi Elvano.Dia merapikan ikatannya, sambil berucap, “Sikapmu ini cukup memberitahu bagaimana perasaanmu sekarang.”Tatapan Kiran kembali tertuju ke wajah Elvano. “Tidak apa-apa, kamu sudah bekerja keras.”Bibir Elvano dilipat ke dalam. Dia sedikit menurunkan pandangan dari Kiran, senyumnya dia kulum rapat.Ketika kembali menatap Kiran, Elvano menunjukkan senyumnya yang manis.“Jadi, kamu mengira aku bersedih?”Kiran mengangguk-angguk pelan. “Jika tidak, lalu apa?”Elvano mengembuskan napas panjang. “Ya, tidak bisa dibilang itu juga.”Satu sudut alis Kiran tertarik ke atas. Dia menatap bingung
Last Updated : 2026-05-05 Read more