Hari berikutnya.Kiran melangkah kecil keluar dari rumah. Pakaiannya sudah rapi, tas kecil yang selalu dibawanya bekerja, tergantung manis di tubuhnya.Senyum Kiran terangkat lebar melihat mobil yang terparkir di halaman rumah.Elvano datang untuk menjemputnya.Begitu membuka pintu mobil, Kiran langsung menyapa, “Sudah lama?” Elvano melirik ke belakang, ada Leya di dalam mobil.Kiran langsung paham, senyumnya begitu lebar saat menyapa, “Hai, Leya.”“Halo, Kakak Kiran.”Mendengar suara lesu Leya, ditambah wajah Leya yang tak bersemangat. Kiran menutup pintu mobil yang dibukanya, dia segera berpindah ke belakang.“Kenapa Leya lesu begini?” Kiran duduk di samping Leya, dia tatap bocah menggemaskan yang kemarin tantrum setelah tahu Elvano akan menikah dengan Kiran.“Leya malas sekolah.” Bibir Leya maju beberapa senti. Kedua tangan mungilnya bersidekap. “Leya mau ikut Papa El kerja.”Kiran melirik pada Elvano yang mulai melajukan mobil meninggalkan rumahnya. “Begini, pagi ini Leya sekolah
Last Updated : 2026-06-09 Read more