Pagi-pagi sekali, udara dingin posko militer langsung menyergap kulit. Sera dan Rendra sudah sibuk di samping mobil jip berkabin ganda. Sera membungkuk di dekat bagasi terbuka, memeriksa tumpukan kardus berisi obat-obatan dan bahan makanan, memastikan sendiri tidak ada barang yang tertinggal. Langkah kaki terdengar mendekat. Rendra berdiri di belakangnya, memegang sehelai jaket tebal berbulu. Tanpa bicara, Rendra menyampirkan jaket itu ke bahu Sera, menyelimuti tubuh istrinya dengan cermat. "Kamu harus memakai ini, dingin," kata Rendra pelan, merapikan kerah jaket di leher Sera. Sera menghentikan aktivitasnya. Ia berbalik, melemparkan senyum tipis. "Makasih, Mas." Sera meraih kedua tangan Rendra yang terasa kaku, lalu mengaitkan jemari mereka. Ia menggosok-gosokkan telapak tangan Rendra di antara genggamannya, berusaha mengalirkan hangat. "Sebentar lagi kita berangkat, kamu cepat sarapan dulu," ujar Rendra sembari menatap wajah Sera. Sera mendongak, menghentikan gosokan tanganny
Terakhir Diperbarui : 2026-07-21 Baca selengkapnya