Sera duduk tegak di sofa seberang Rendra, sementara Angga kini berdiri beberapa langkah di belakangnya dengan sikap sempurna. Namun, setegak apa pun ayahnya berdiri, Sera tetap bisa merasakan ketegangan di ruangan itu.Rendra duduk bersandar pada sofa di belakangnya. Kemeja hitam dengan lengan tergulung sampai siku itu membuatnya terlihat lebih membumi daripada sosok di televisi, tetapi justru karena itu, kehadirannya terasa semakin berat.“Sudah berapa lama?” tanya Rendra tiba-tiba.Sera sempat mengerjap, tidak langsung mengerti.Rendra menatapnya lurus. “Sejak terakhir kali aku melihatmu.”Jantung Sera kembali berdetak tidak teratur.Ia menunduk sedikit, berusaha menjaga suaranya tetap stabil. “Kurang lebih delapan tahun, Tuan.”“Delapan tahun,” ulang Rendra pelan, seolah menimbang angka itu dalam benaknya.Lalu ia terdiam.Sunyi merambat beberapa detik lebih lama dari yang seharusnya. Sera tidak tahu apakah ia harus menjawab, meminta izin, atau tetap diam.Akhirnya, Rendra membuka s
Last Updated : 2026-01-29 Read more