Sera merasakan sensasi dingin menjalar dari ujung kakinya hingga ke tengkuk. Ia mengerjap, berharap telinganya baru saja melakukan kesalahan fatal dalam menangkap suara Rendra. Namun, tatapan intens dari mata Rendra di ranjang rumah sakit itu terlalu nyata untuk dianggap mimpi. “Menikah?” ulang Sera. Otaknya seakan masih mencerna ucapan Rendra. “Maaf, tapi, Tuan, apa Anda baru saja kehilangan akal sehat?” “Tidak,” balas Rendra datar, tak terusik sedikit pun oleh nada sarkas Sera. “Tapi, …” Jeda sejenak, kening Sera berkerut samar menatap ujung sepatu ketsnya, karena ia menyadari sesuatu. Sera kembali mengangkat pandangan dan menatap Rendra tepat di manik matanya yang hitam pekat. “Dengan segala hormat, saya menolak.” Suaranya terdengar tegas dan lugas, meskipun ia yakin kedua tangan di sisi tubuhnya terkepal kuat menahan emosi. “Pernikahan bukan transaksi untuk meredam kerusuhan.” Seluruh orang di kamar rawat VVIP itu berhenti bernapas melihat keberanian Sera. "Rendra,
Last Updated : 2026-01-29 Read more