Tresna mencengkeram rambut Rini lebih kuat, merasakan setiap hisapan dari mulut bidan muda itu sebagai stimulan yang membakar aliran darahnya. Namun, rasa nikmat dari mulut saja ternyata tidak cukup untuk memadamkan api yang sudah terlanjur berkobar sejak kejadian di rumah Tante Arum pagi tadi.Tresna menarik paksa batangnya keluar dari mulut Rini dengan satu hentakan. Suara plop yang basah terdengar jelas di tengah kesunyian gudang yang mencekam.Rini terbatuk kecil, air liur yang berlebih masih menetes dari sudut bibirnya, membasahi jilbab instan putihnya yang kini sudah kusut masai. Belum sempat Rini mengatur napasnya yang tersengal atau menghapus air mata yang menggenang karena refleks tercekik tadi, Tresna sudah bergerak lebih agresif.Ia memegang kedua pinggang Rini dengan genggaman yang kuat, seolah tidak membiarkan wanita itu memiliki celah untuk melarikan diri. Tresna menarik tubuh Rini hingga berdiri tegak, lalu dalam satu gerakan yang mantap, ia mengangkat tubuh mungil bida
آخر تحديث : 2026-02-08 اقرأ المزيد