Ban jet pribadi itu menyentuh landasan pacu Bandara Kloten, Zurich, dengan sentakan halus yang hampir tidak terasa. Alya membuka matanya perlahan, merasakan sisa kantuk yang berat setelah penerbangan panjang melintasi benua.Di luar jendela, langit Swiss tampak abu-abu menawan, sangat kontras dengan Jakarta yang selalu berkabut polusi. Di sini, segalanya terlihat bersih, teratur, dan sangat mahal.Ravien yang duduk di sampingnya sudah terjaga lebih dulu. Pria itu telah menanggalkan pakaian taktisnya; tidak ada lagi aroma mesiu atau debu pelabuhan. Ia kini mengenakan sweter turtleneck hitam dari kasmir yang dipadukan dengan mantel panjang berwarna abu-abu gelap. Penampilannya sangat berbeda, lebih mirip seorang pewaris tahta bisnis daripada seorang pembunuh bayaran."Kita sudah sampai, Elena," bisik Ravien. Suaranya terdengar lebih halus, menyesuaikan dengan identitas barunya sebagai Adrian Vance.Pintu pesawat terbuka, dan udara musim dingin Zurich langsung menyerbu masuk ke dalam kab
آخر تحديث : 2026-04-21 اقرأ المزيد