Isabella mendengus pelan ketika ia tidak menemukan apapun yang mencurigakan di area sekitar gudang di mana kembang api disimpan. Namun, tetap saja, logikanya masih terus menuntut jawaban. Tidak ada sabotase secara terang-terangan pada insiden ledakan semalam. Pertanyaannya adalah siapakah pelaku bodoh yang menaruh sembarangan tong-tong berisi bubuk mesiu tersebut? Atau, pertanyaannya ditukar, siapakah yang memiliki ide menyalakan api unggun dekat dengan gudang sementara itu?Ketika Isabella asik memikirkan berbagai spekulasi yang terjadi tentang penyebab insiden semalam, seseorang berjalan mendekat ke arahnya, menyapanya. “Sepertinya, saya pernah melihatmu. Tapi … di mana ya,” ujar salah satu warga yang tiba-tiba merasa familier melihat wajah cantik Isabella. Langkah Isabella langsung berhenti tatkala mendengar ucapan pemuda itu. Namun, ia buru-buru menormalkan perasaannya. Jangan sampai ia ketahuan—melakukan penyamaran. Ia tersenyum tipis. “Anda keponakannya Mayor Edgar kan, Andre
Read more