Isabella akhirnya menyerah. Ia membuka satu matanya lebar-lebar dan menatap Alex yang sedang menatapnya dengan tatapan sangat kesal padanya. Sebelum suaminya menginterogasinya, Isabella sudah lebih dulu memberikan klarifikasi. “Aku menyerah suamiku. Aku... aku hanya ingin tahu seberapa besar ancaman aliansi sindikat itu,” sahut Isabella, suaranya canggung.Alex bukannya marah, ia malah mendengus keras, lalu menjatuhkan tubuhnya di samping Isabella hingga ranjang itu berguncang. “Kau ini… kenapa kau selalu tertarik pada masalah besar. Bisakah kau fokus pada tugasmu saja sebagai istri pangeran,” gerutunya dengan helaan napas pendek. “Aku tidak tertarik pada masalah, Yang Mulia. Hanya saja, masalah seringkali menarikku, mengundangku untuk menyelesaikannya. Maaf soal koin itu, aku hanya menyimpannya sebagai bagian dari observasi,” bela Isabella, menjeda kalimatnya sejenak. “Aku tidak mengenal sindikat itu. Seberbahaya apa mereka. Aku hanya ingin menyelamatkan para wanita yang baru saja
Read more