Di sudut terdalam istana utama, jauh dari hiruk-pikuk pelayan dan penjaga, terletak ruang peraduan milik Ratu Cecilia. Ruangan itu sunyi, hanya dihangatkan oleh perapian kecil dan aroma dupa gaharu yang menenangkan.Cecilia duduk dengan anggun di kursi merah beludru tingginya, jemarinya yang dihiasi cincin permata hijau zamrud perlahan menyisir rambutnya yang mulai dihiasi uban keperakan tetapi tetap memancarkan wibawa agung. Ketika ketukan pelan terdengar di pintu berlapis emas miliknya, ia bahkan tidak menoleh.“Masuk,” ucap Ratu Cecilia, suaranya tenang tetapi auranya sanggup membuat bulu roma meremang. Pintu terbuka tanpa suara, dan Madam Chloe melangkah masuk. Kepala pelayan wanita itu membungkuk sangat dalam. Dia mempersembahkan penghormatan tertinggi pada ratu Ashmond. “Bagaimana situasi di dapur utama, Chloe?” tanya Ratu Cecilia langsung pada intinya, tanpa mengubah posisi duduknya.“Sesuai dugaan Anda, Yang Mulia,” Madam Chloe menegakkan tubuh, wajahnya kembali datar dan pro
Read more