“Nyonya, sebaiknya Anda makan camilan dulu,” bujuk Sarah lembut seraya menyodorkan nampan berisi kudapan hangat yang baru saja dibawa oleh pelayan istana utama. Menu special ibu hamil karena penuh dengan nutrisi untuk janin. “Nanti. Aku sedang tidak lapar,” sahut Isabella tanpa memalingkan wajah. Jemarinya saling bertaut gelisah. Belakangan, selama ia mengandung, suasana hatinya memang seperti roller coaster kadang naik atau turun. Tidak bisa ditebak dan seringkali berubah tanpa alasan yang jelas. “Nyonya, mohon mengerti... kalau Anda tidak menurut, kami yang akan terkena masalah nanti,” cicit Sarah khawatir. Di belakang Sarah, para pelayan wanita berseragam saling bertukar pandangan. Memang benar apa yang dikatakan oleh Sarah. Jika mereka tidak bisa memastikan majikan mereka makan, mereka akan diberi hukuman. Isabella menoleh, menatap Sarah dengan tatapan malas dan helaan napas berat. “Dengar, Sarah. Aku sudah katakan kalau aku belum lapar. Tadi saja aku sudah makan banyak. Memangn
Read more