Bara menyuap nasi gorengnya dengan cepat, mencoba mengabaikan suara denting sendok Bapak yang terasa seperti detak jam dinding yang menghitung kesalahannya. Bapak Handoko memeriksa jam tangannya yang berkilau, lalu menatap Bara dengan tajam."Bara, Bapak berangkat sekarang. Pesawat jam sepuluh," kata Bapak sambil mengelap bibir. "Ingat, cari kerja. Jangan cuma jadi benalu di rumah ini. Jaga Mama dan Keyla, jangan bikin malu Bapak selama Bapak tidak ada. Mengerti?""Iya, Pak. Bara mengerti," sahut Bara pelan sambil menunduk.Keyla berdiri, merapikan rok seragam SMA-nya yang sangat pendek dan ketat. "Pa, Keyla berangkat! Pak Sopir sudah nunggu!" teriaknya manja, lalu melenggang pergi setelah mencium pipi ayahnya tanpa melirik Bara sedikit pun. Mobil jemputannya segera melesat membawa Keyla menuju sekolahnya yang berada di area elit, cukup jauh dari pusat kota.Begitu deru mobil menjauh dan Bapak pergi, rumah mendadak sunyi. Bara hendak berdiri, tapi langkahnya tertahan. Tante Marissa me
Read More