Bara langsung merapikan tasnya begitu kelas berakhir. Dia tidak menoleh sedikit pun ke arah Sandra yang masih sibuk mengobrol di depan. Baginya, setiap menit sangat berharga karena dia tidak boleh terlambat sampai di tempat kerja.Langkah kakinya membawa Bara menembus terik matahari sore menuju halte bus. Peluh mulai membasahi kaosnya, memberikan rasa tidak nyaman yang harus dia tahan selama perjalanan di dalam bus yang penuh sesak. Sambil berpegangan pada tiang besi, Bara hanya menatap keluar jendela, mencoba membuang segala pikiran yang mengganggu konsentrasinya.Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, gedung Mega Gym yang megah akhirnya terlihat. Bara segera masuk ke area staf dan mengganti pakaiannya dengan seragam asisten pelatih yang pas di badan. Saat dia sedang merapikan loker, Bang Jaka muncul sambil membawa botol minum."Bara, baru sampai ya? Cepat ke ruang VIP satu, Tante Siska sudah nungguin dari tadi," kata Bang Jaka sambil menepuk bahu Bara."Iya, Bang. Ini sa
Read More