Bara berjalan ke garasi samping. Dia memacu motor tuanya keluar dari gerbang rumah mewah itu. Suara mesin motornya memecah kesunyian kompleks yang masih sepi.Perjalanan ke arah kantor memakan waktu sekitar empat puluh menit karena macet. Bara menyelinap di antara mobil-mobil besar. Panas matahari mulai terasa di kulit lehernya, tapi dia tidak peduli.Pukul delapan kurang sepuluh, Bara sampai di kantor cabang HDK Group. Dia memarkirkan motornya di pojokan, dekat motor para staf gudang. Saat dia berjalan masuk ke lobi, semua mata tertuju padanya."Pagi, Mas Bara," sapa satpam di depan."Pagi, Pak," jawab Bara singkat.Di depan lift, Pak Heru sudah menunggu. Dia terlihat sedikit cemas sambil memegang beberapa map."Selamat pagi, Tuan Muda. Mari, saya antar ke ruangan," ucap Pak Heru."Panggil Bara saja, Pak. Nggak usah terlalu formal," kata Bara saat mereka masuk ke dalam lift."Baik, Mas Bara. Oh iya, ini ada laporan soal barang yang masuk tadi subuh. Ada sedikit masalah di bagian mani
Read more