"Naik ke kasur," perintah Bara."Sekarang, Bar?" Mata Marissa langsung berbinar penuh harap."Iya. Cepat."Tanpa pikir panjang, wanita montok itu langsung berdiri. Dia merangkak naik ke atas ranjang Bara. Gaun sutranya dibiarkan jatuh berantakan di karpet. Marissa telentang di atas sprei, memamerkan dadanya yang besar dan telanjang. Napasnya naik turun menantang.Bara menyusul naik. Dia mengangkangi tubuh Marissa. Tangannya mengusap perut rata itu, lalu perlahan turun menyentuh pusat gairah Marissa yang sudah sangat basah.Marissa langsung melengkungkan punggungnya. Matanya terpejam rapat."Ahhh... Bar... iya, di situ. Terus, Bar," rintih Marissa kegirangan. Tangannya mencengkeram sprei kasur kuat-kuat.Bara mulai mempermainkan titik kelemahan wanita itu. Gerakan tangannya sengaja dibuat lambat lalu memburu, memancing gairah Marissa sampai ke batas maksimal."Enak, Tante?" goda Bara dengan suara rendah."Enak banget, Bar... cepetan... Tante udah mau keluar," mohon Marissa. Napasnya ma
Read More