Marissa menghela napas panjang, membuat dada montoknya di balik baju tidur tipis itu naik turun dengan jelas. Dia melangkah maju, mempersempit jarak di antara mereka sampai aroma tubuhnya yang harum benar-benar tercium kuat oleh Bara."Sudah, jangan cemberut terus," ucap Marissa lembut sambil menyodorkan gelas berisi air es ke bibir Bara. "Minum dulu. Biar hati kamu adem."Bara meneguk air itu sampai habis dalam sekali nafas, lalu meletakkan gelasnya dengan kasar ke meja."Bapak keterlaluan, Tante. Dia injak-injak harga diri saya," geram Bara, napasnya masih memburu."Ssttt..." Marissa buru-buru menempelkan jari telunjuknya yang lentik ke bibir Bara. "Jangan ngomong keras-keras, nanti Bapak dengar. Kasihan Bapak, dia baru saja bisa tidur nyenyak.""Tante masih saja bela Bapak?" tanya Bara tidak percaya, matanya menatap tajam ke wajah cantik ibu tirinya.Marissa tersenyum tipis, tatapannya sayu dan menenangkan. Tangan halusnya perlahan turun dari bibir Bara, lalu mengusap dada bidang p
Magbasa pa