Bara menyeringai puas melihat Sandra yang biasanya angkuh kini terkapar pasrah dengan napas tersengal. Namun, Bara belum ingin memberikan apa yang Sandra inginkan begitu saja. Dia ingin benar-benar menghancurkan sisa-sisa kesombongan gadis yang dulu menjadikannya bahan tertawaan seantero sekolah."Turun dari matras, San. Berlutut di lantai," perintah Bara dengan nada dingin dan penuh otoritas."Apa?! Lo gila ya, Bar?! Lantai ini kotor!" bentak Sandra, mencoba memungut kembali harga dirinya yang sudah tercecer."Oh, jadi masih merasa terlalu berharga buat lantai ini? Ya sudah, silakan pakai bajumu dan keluar. Anggap saja sesi ini nggak pernah ada," sahut Bara sambil berbalik memunggungi Sandra, berpura-pura hendak merapikan alat berat."Bar! Tunggu!" jerit Sandra frustrasi.Dengan wajah yang sangat merah karena malu, Sandra akhirnya turun dari matras yang empuk dan berlutut di atas lantai gym yang dingin. Posisi itu membuatnya terlihat sangat kecil dan tak berdaya di depan kaki Bara. D
Read more