Pagi berikutnya, meja makan terasa seperti biasa.Rosella sudah duduk lebih dulu, menyendok sarapannya dengan tenang, berbicara dengan kepala pelayan soal menu hari itu, dan tersenyum ketika Adrian datang dengan rambut yang masih sedikit berantakan.Tidak ada jejak semalam yang terlihat di wajahnya.Leon duduk di kursinya, menatap Rosella beberapa detik, lalu membuka mulutnya."Rosella, soal semalam…""Tidak perlu, Tuan." Rosella memotongnya dengan nada yang sangat santai, bahkan tidak mendongak dari piringnya. "Itu urusan Tuan, saya tidak berhak tahu."Leon diam menatap gadis yang sedang mengaduk kopinya itu dengan ekspresi yang tidak bisa diputuskan antara lega atau justru lebih tidak tenang dari sebelumnya."Kamu tidak marah?""Kenapa harus marah." Rosella mengangkat gelasnya. "Tuan punya masa lalu, itu wajar."Kini Leon menatapnya lebih lama, ada sesuatu yang tidak beres.Terlalu wajar, terlalu tenang.Di seberang meja, Adrian menyembunyikan senyumnya di balik cangkir kopinya. Luc
Read more