Rosella menghembuskan nafas panjang, mencoba membuang beban di dadanya. Dia menatap Ane yang masih mematung dengan ekspresi karambol antara syok, bingung, dan rasa ingin tahu yang meledak-ledak."Duduk dulu, Ane," cetus Rosella pelan."Rose, aku nggak bercanda. Aku lihat sendiri," suara Ane tertahan, setengah berbisik tapi penuh penekanan. "Kamu sama Pak Robin... kalian panggil sayang, cium pipi, itu nggak mungkin cuma—""Dia kakak kandungku, Ane." Potong Rosella sebelum Ane melanjutkan kalimatnya. Dunia seolah berhenti berputar bagi Ane. Bibirnya sempat terbuka, namun tak ada satu kata pun yang lolos. Otaknya tampak sedang bekerja keras menyambungkan kabel-kabel informasi yang barusan putus."Apa?" tanya Ane akhirnya dengan suara hampa."Dia kakak kandungku," ulang Rosella, kali ini lebih tegas namun lembut.Ane menunjuk ke ujung lorong, tempat Robin baru saja menghilang. "Pak Robin? Dosen baru yang bikin seisi kampus heboh itu? Yang jadi wallpaper HP setengah mahasiswi di s
Read more