Malam itu, setelah para tamu undangan satu per satu meninggalkan aula megah Anderson, keheningan yang nyaman kembali menyelimuti mansion.Namun, alih-alih langsung beristirahat, ketiga Tuan Muda Toretto memilih untuk tetap tinggal. Mereka kini berkumpul di ruang keluarga pribadi keluarga Anderson yang bernuansa klasik hangat.Rosella duduk di sofa panjang, masih mengenakan gaun birunya namun mahkota kecilnya sudah ia lepaskan. Di hadapannya, Leon, Adrian, dan Lucas memperhatikannya.Anehnya, tidak ada yang berubah dari gadis itu. Status barunya sebagai putri konglomerat terkaya di Liverpool seolah tidak mempengaruhinya sama sekali."Teh hangatnya, Tuan Leon, Tuan Adrian, Tuan Lucas," ucap Rosella lembut sembari meletakkan cangkir-cangkir keramik di atas meja.Adrian menghela napas, menopang dagunya dengan sebelah tangan. "Rose, kamu ini sekarang Putri Anderson. Bisa tidak panggil 'Tuan'-nya dihilangkan saja? Rasanya aneh sekali didengar sekarang."Rosella terkekeh geli, menggelen
Read more