Mendengar suara perdebatan yang semakin lama semakin jelas, Rosella tidak bisa lagi menahan rasa pening di kepalanya. Fokusnya untuk meneliti urat daun tanaman rambat itu buyar seketika. Dengan gerakan tegas, dia menutup buku catatannya dengan bunyi plak yang cukup keras, lalu meletakkan lensa pembesarnya ke dalam tas selempang.Maya, teman magangnya yang berada beberapa meter di sampingnya, menoleh bingung. "Ada apa, Rose? Kamu menemukan sesuatu?""Maya, kamu duluan saja ikuti rombongan di depan. Ada beberapa sampel tanaman di belakang yang sepertinya terlewat olehku. Aku akan menyusul sebentar lagi," ujar Rosella, mencoba menyunggingkan senyum senormal mungkin."Oh, oke. Jangan lama-lama ya, Rose. Udara gunung masih agak rawan," sahut Maya tanpa curiga, lalu berjalan menyusul rombongan anak magang yang mulai menjauh.Begitu sosok Maya menghilang di balik tikungan jalur timur, senyum di wajah Rosella langsung luntur. Dia membalikkan badannya, melipat kedua tangan di depan dada, d
Last Updated : 2026-05-26 Read more