Rosella, apa yang telah kamu lakukan?” bisik Leon lirih, tangannya mengepal lambat di sisi tubuh, merasakan hantaman godam yang belum pernah dia rasakan seumur hidupnya. Sementara itu, Rosella terus melangkah lebar menuntun Kian keluar dari area mansion utama menuju taman belakang. Setelah merasa jarak mereka sudah cukup aman, Rosella perlahan melepaskan gandengan tangannya pada Kian. Dia membalikkan badan dengan raut wajah penuh penyesalan. "Kian... maafkan aku. Maaf karena kamu harus terlibat dalam urusan pribadi dan menyaksikan keributan memuakkan seperti tadi," ujar Rosella lirih, menundukkan kepalanya karena merasa tidak enak. Kian merapikan letak kacamatanya, lalu mengembuskan napas pelan. Alih-alih marah, tatapan matanya justru memancarkan rasa prihatin yang mendalam pada gadis di hadapannya. "Ketiga Tuan Muda itu sangat kejam, Rose. Mereka dengan kekuasaan mereka suka semena-mena terhadap orang lain, bahkan kepadamu," ucap Kian tiba-tiba dengan nada suara yang tenang
Last Updated : 2026-06-03 Read more