Rosella terdiam, wajahnya memerah mendengar pertanyaan Adrian yang begitu blak-blakan.Mulutnya ingin menolak, dan mengatakan tidakTapi tubuhnya menginginkan hal lain, tanpa sadar, kepalanya mengangguk pelan nyaris tak terlihat. Senyum tipis terukir di bibirnya, senyum yang penuh kemenangan sekaligus kelembutan."Aku suka kejujuranmu."Sebelum Rosella bisa menjawab, Adrian sudah menciumnya lagi, kali ini lebih dalam, lebih menuntut dan lebih panas.Tangannya yang di pinggang Rosella turun ke belakang, menarik tubuh gadis itu hingga benar-benar menempel padanya. Rosella mengerang di dalam ciuman, tangannya mencengkeram bahu Adrian, mencari pegangan karena kakinya sudah tidak sanggup menopang tubuhnya sendiri.Adrian berjalan mundur sambil terus mencium Rosella, membimbingnya dengan hati-hati hingga punggung gadis itu menyentuh rak buku dengan lembut."Adrian..." Suaranya bergetar penuh hasrat."Ssshh..." Adrian mengecup sudut bibir Rosella, lalu turun ke rahangnya dengan ciuman-cium
Read more