Adrian menatap Rosella beberapa detik.Senyum licik itu perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam, lebih hangat, dan tangannya bergerak menangkap dagu Rosella dengan lembut, menaikkan wajahnya agar tidak menunduk."Dirimu." Adrian mengulang pelan, seolah menimbang kata itu."Kalau begitu aku akan memuaskanmu Sayang." Bisiknya. Rosella memejamkan mata, pasrah jika Adrian akan membuatnya ke awam malam ini. Tapi baru saja hendak menerjang gadisnya itu, ponsenya di atas nakas berdering. Dia menoleh sekilas ke layarnya, melihat nama yang muncul, ekspresi Adrian berubah seketika.“Mommy.” Adrian menarik nafas pelan lalu mengangkat satu jari ke arah Rosella. "Sebentar."Dia mengangkat telepon, suaranya langsung berubah lebih tertib. "Halo, Ma."Rosella tidak bisa mendengar suara dari seberang, tapi dia bisa melihat wajah Adrian yang perlahan menjadi serius. Alisnya sedikit berkerut, rahangnya mengencang tipis."Baik, Ma." Ucap Adrian akhirnya, nada yang datar tapi penuh hormat.A
Read more