"Kamu mau kemana?"Rosella mematung, tangannya masih di gagang pintu. Jantungnya berdegup kencang.Perlahan dia berbalik. Leon berbaring di tempat tidur, menopang kepalanya dengan satu tangan, menatap Rosella dengan tatapan yang sulit diartikan. Rambutnya berantakan, dadanya masih telanjang namun matanya tajam, jauh lebih tajam dari pria yang semalam mabuk berat.Alkohol sudah mereda. Tapi Leon tetap Leon."Sa-saya mau kembali ke kamar, Tuan," jawab Rosella dengan suara serak, matanya menghindari tatapan Leon."Dengan memakai kemejaku?"Rosella menunduk, bajunya telah rusak karena adegan semalam."Maaf, Tuan. Baju saya semalam rusak, saya pinjam sebentar kemejanya.” Leon bergeming membuat suasana semakin mencekam. Leon bangkit dari tempat tidur, mengambil celana yang tergeletak di lantai dan memakainya. Lalu dia berjalan ke lemari, mengambil kemeja bersih."Kemarilah," ucapnya datar.Rosella tidak bergerak, ingatan pemaksaan Leon semalam membuatnya takut. "Aku tidak akan mengulangi
Read more