“Ya, aku rasa akan terus mengganggumu. Oh iya, jika kamu tertarik aku akan berikan sebuah kontrak keuntungan dan juga kerugian. Itu jika melanggar kontrak.” Nafas Bayu tertahan sesaat. Tetapi dia harus tetap memberikan jawaban.“Beri aku waktu untuk memikirkannya!”“Baiklah, aku akan mengunjungimu lagi untuk bertanya.” Sudut bibir Stevia terangkat, diam-diam ia menilai Bayu cukup cerdas karena tidak langsung menolaknya. Karena jika saja itu terjadi mungkin ia akan melakukan sesuatu diluar nalar untuk mendapatkan pemuda ini.Mobil itu akhirnya melambat, lalu berhenti di ujung gang pinggir kota. Deretan rumah sempit dan kusam berdiri rapat satu sama lain, catnya mengelupas, atap sengnya berderit tertiup angin sore. Gang menuju rumah Bayu terlalu sempit untuk dilalui kendaraan semewah ini.Mobil menepi mesin dimatikan.Suara bising kawasan kumuh itu anak-anak berteriak, ibu-ibu bercakap, radio tua yang memutar lagu s
続きを読む