FAZER LOGINBab ini mengandung šš harap bijak saat berpuasa!
āBiarkan aku masuk,ā ucapnya dengan terus terang menatap Bayu. Tangan Rara bahkan menahan ujung pintu agar Bayu mau membiarkannya masuk.āTapi ā¦.ā Bayu menoleh ke arah Mila yang sudah kelelahan di atas kasur.āBagaimana dengannya?āMata Bayu mengisyaratkan seolah menunjuk ke arah Mila.āCih, dia tidak akan bangun.ā Rara mendorong pelan tubuh Bayu masuk.Kali ini ia berhasil masuk ke kamaMenulis āHeh... lihat itu!ā Ray menyeringai penuh kemenangan. āPasti orang-orang ketua kami mulai bergerak. Sebentar lagi kantor ini bakal gempar!ā Ia tertawa keras bersama anak buahnya. Namun, beberapa detik kemudian, senyum para polisi yang semula santai perlahan memudar. āYa... baik, Pak!ā Seorang anggota polisi yang menerima telepon langsung berdiri tegak. Wajahnya berubah pucat. Belum sempat ia meletakkan gagang telepon, sambungan lain kembali berdering. āSiap, Jenderal!ā Kali ini suara polisi itu bahkan terdengar bergetar. Ray mulai mengernyitkan dahi. "Ada apa?" gumamnya pelan. Belum selesai rasa penasarannya, telepon di meja kepala komisaris ikut berdering. Kepala komisaris menghela napas, lalu mengangkatnya dengan wajah kesal. āYa, saya sendiri.ā Beberapa detik kemudian... Ekspresinya berubah drastis. āBa-Baik, Pak! Siap laksanakan!ā Tangannya gemetar saat menutup telepon. Ruangan yang tadi dipenuhi suara tawa kini berubah sunyi. Kepala k
Tetapi Bambang juga berpikir bagaimana jika para rekan bisnisnya merasa risih terlalu banyak bodyguard di sampingnya jadi itulah mengapa dia ingin yang lainnya mengawasi dari jarak yang tidak terlalu dekat tapi tidak juga terlalu jauh. Brak! Suara meja yang dibanting seorang pria datang sambil menghembuskan asap rokok ia tidak sendirian melainkan satu rombongan masuk ke dalam restoran lalu mereka melihat ke arah Bambang yang sedang duduk baru saja menandatangani kontraknya dengan Hendra. āMana yang namanya Bambang?!ā teriak pria sarkas yang sedang menuju ke meja tempat Bambang duduk. Semua orang yang ada di ruangan itu langsung menggigil ketakutan. Mereka takut para pria itu akan menyerang mereka semua. āKamu Bambang? Huh!ā Pria berbadan besar tinggi itu menarik seorang pria di antara pelanggan yang tidak tahu apa-apa. āBu-bukan, ampun pak!ā Pria berbadan besar bernama Ray itu l
Mereka bersama selama beberapa hari saat menenani Bambang tidak hanya Bayu saja tapi ada satu orang lagi yaitu sekretarisnya. Jadi kemanapun mereka pergi Bayu dan sekretarisnya tetap ikut menemani Bambang.āDi sini tempatnya?ā tanya Bambang pada sekretarisnya yang sedang menyetir saat mobil akan sampai di sebuah restoran cepat saji untuk pertemuannya dengan seorang pengusaha setempat.Pria berkacamata dengan tubuh tinggi kurus, ia beranam Romi sang sekretaris seorang pegawai setia di perusahaan Bambang dan sekarang usianya sudah tiga puluhan tahun.āYa, Pak! Ini sudah sesuai dengan alamat yang diberikan pada kita. Jadi aku akan berhenti di sini lali Pak Bambang bisa masuk ke dalam lebih dulu bersama Bayu karena aku akan memarkirkan mobil setelahnya.ā Setelah mobil berhenti Romo keluar untuk membukakan pintu untuk Bambang. Sedangkan Bayu sudah keluar bersamaan dengannya dan selalu siaga, berjaga memantau kondisi sekitar.āBayu gimana
āKalian sudah sampai!ā Joni menghampiri Sandro, Rian, Doni.āIya dong, kan misi kita udah selesai. Kalian gimana? Kapan sampainya?ā tanya Sandro sambil menoleh pada Bayi dan Teo setelah melihat Joni.āSampai kemarin malam. Jadi kalian kenapa baliknya lama?ā Joni duduk sambil balik bertanya.āItu karena mobil yang menjemput kami lama. Kan mobilnya kalian yang pakai,ā sindir Doni.āHehehe ⦠iya juga ya!ā Joni malah tertawa.Rian melihat ke arah Teo dan Bayu. āKalian habis dari mana?ā āDari kantin kok, biasa sarapan.ā Bayu menjawab cepat.āAh, iya kami lupa sarapan di bawah.ā Doni menepuk jidatnya lalu menoleh ke arah Rian dan Sandro. āKita turun yuk!ā ajaknya.āTurun?ā Rian menoleh.āKita belum sarapan, cepat nanti kita kehabisan makanan di bawah!ā Rian segera bergegas lalu mengajak Sandro. āAku juga mau sarapan! San, ayo cepat kamu juga belum makan kan?āāTapi aku mau masaka masa kali
Melihat itu Bayu juga ikut karena mumpung ada di bawah sekalian saja makan di kantin. āAku juga mau sarapan, ah!ā Mereka sama-sama mengambil makanan secara prasmanan. Jadi bisa pilih sendiri mau makan lauk yang mana. Makanan yang tersaji di atas meja semuanya masih panas karena baru matang, uap panasnya mengepul tipis di usaha tepat di setiap atas makanannya. Sedangkan Bayu ambil yang lauk daging tumis dan seporsi nasi, lalu ada buah pisang. Tidak lupa air mineral diambilnya juga membuat di kedua tangannya penuh pegangan.āAyo kita duduk di sini saja lebih dekat!ā Joni yang tidak mau lama-lama pilih tempat duduk.āYa aku rasa sebaiknya kita duduk dekat sini. Aku udah laper banget.ā Melihat Teo dan Joni, Bayu pun ikut duduk berhadapan dengan mereka berdua. Mereka mulai makan sarat masing-masing sambil mengunyah.āTadi kamu makan sayur sawi nggak?ā tanya Teo saat menepikan sayur sawi di piringnya.Melihat sayur itu Bayu lan
Makanan yang dipesan Bayu tadi koni sudah diletakkan di atas meja dengan sangat rapi. Setelah itu barulah pelayan hotel keluar dari kamar mereka.Klek!Di saat yang sama Rara pun akhirnya keluar dari kamar mandi dengan rambut basah yang sengaja belum mengelap karena membiarkan sisah air.āSini cepat duduk di sini kita mau makan. Sebaiknya kamu cepat ke sini b_-_ā;””iar nanti aku bantu keringkan rambutmu.ā Bayu menggeser kursi di depannya agar Rara bisa langsung duduk.Drek!Suara tarikan kursi yang baru saja digeser Bayu, kemudian Rara akhirnya mendudukinya kursi tersebut Mereka mulai menikmati makan malamnya sambil menikmati pemandangan kota dari balik jendela.āGimana, makanannya?ā Bayu bertanya setelah dirinya selesai makan.Rara mengangguk. āEnak, banget rasanya. Aku sampai kenyang sekali setelah makan.ā āKarena makannya sudah selesai sini aku akan batu kamu mengeringkan rambutmu.ā Bayu segera mengambil handuk kecil lalu berdiri di belakang Rara yang masih duduk di kursinya.Den







