Share

Chapter 90

last update publish date: 2026-04-09 07:35:59

Mata Damian masih tertuju pada pintu ruang kerjanya. Jemarinya mengetuk meja kerjanya, ketukan yang menyerupai derap langkah kuda, dengan gumaman pelan di bibirnya.

"Satu.. Dua.. Tiga.. Empat.. Li-"

Senyumnya mengembang indah saat pintu ruang kerjanya terbuka.

"Damia-an."

Suara yang memanggil namanya bagaikan nyanyian para dewi surga, begitu juga sosok yang berjalan ke arahnya dan berakhir di atas pangkuannya dengan tangan yang mengalung pada lehernya dan b
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 92

    "Dia berada di Brighton?" Steven mengerutkan keningnya saat mendengar laporan dari Giselle yang kembali mengunjunginya di balik jeruji besi. "Apa dia mendekati Damian Reeves?"Giselle mengangkat kedua bahunya memberitahu pria yang ada di hadapannya jika dia tidak tahu. "Damian Reeves menghilang, dia tidak lagi memimpin Grup Reeves."Suara tawa menggelegar di dalam ruang kunjungan. Steven sedang tertawa puas dan lepas."Tanpa pimpinannya ternyata cukup berpengaruh pada papa, perusahaan-perusahaan di bawah naungan Grup Reeves mengalami pailit. Aku berniat akan menjamin dirimu tetapi-"Steven menganggukkan kepalanya tanda mengerti. "Jangan pikirkan diriku, jual saja rumah yang dibeli papa untukku untuk kebaikan kalian."Giselle terdiam karena rumah itu sudah lama tidak ada. Ayahnya memang pernah mengucap pembagian harta bagi anak-anaknya, termasuk untuk Steven yang merupakan anak tirinya, tetapi semua itu tidak pernah benar-benar terjadi.Steve

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 91

    Rosalia mulai mengepaki barang-barang yang akan dia bawa ke Brighton, tekadnya sudah bulat jika dia akan hidup untuk dirinya sendiri. Dia akan memulai hidup baru di Brighton. Hari kelulusannya akan segera tiba dan dia akan meninggalkan Waterbay demi kebaikannya.Ada harapan dia dapat bertemu kembali dengan Damian di Brighton. Dia akan mengakui kesalahannya dan berharap pria itu dapat mengerti akan alasannya."Kamu, apa kamu sudah tidak menganggap orang tuamu?"Rosalia memejamkan matanya, merapatkan bibirnya dan berusaha tenang saat mendengar pertanyaan ibunya yang dipenuhi nada marah. Dia tidak ingin berdebat, dia tidak ingin ribut dan dia berusaha memendam rasa kecewanya."Rosa! Apa kamu tidak dengar mama?" Mariana menatap marah Rosalia yang mengabaikan dirinya. "Mama sama sekali tidak menyangka jika anak yang mama kandung selama sembilan bulan lebih, mama besarkan dengan baik selama dua puluh tahun berakhir membenci mama."Ros

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 90

    Mata Damian masih tertuju pada pintu ruang kerjanya. Jemarinya mengetuk meja kerjanya, ketukan yang menyerupai derap langkah kuda, dengan gumaman pelan di bibirnya."Satu.. Dua.. Tiga.. Empat.. Li-"Senyumnya mengembang indah saat pintu ruang kerjanya terbuka."Damia-an."Suara yang memanggil namanya bagaikan nyanyian para dewi surga, begitu juga sosok yang berjalan ke arahnya dan berakhir di atas pangkuannya dengan tangan yang mengalung pada lehernya dan bibir yang mengecup lembut bibirnya."Bagaimana hari ini?" tanya Damian sambil membalas kecupan bibir gadis yang berada di dalam pelukannya."Aku berhasil menempati peringkat pertama, masalahnya turnamen nasional akan diadakan di Brighton. Jadi aku mengundurkan diri."Pelukan erat diberikan Damian. Entah sampai kapan mereka akan bermain rahasia hidup dengan orang-orang di sekeliling mereka."Aku hanya berpikir belum waktunya untuk hidup lagi, aku ingin menyeles

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 89

    Waktu kembali berlalu,Max memandangi kalender di atas meja kerjanya. Waktu yang terus berjalan membuatnya merasa tidak tenang, pertanda Steven akan kembali dan hal buruk yang dia takuti akan kembali terjadi. Dia akan berbagi tubuh dan perasaan Giselle dengan sahabatnya.Selain mengkhawatirkan kehadiran Steven yang akan datang di antara dirinya dan Giselle, dia teringat aroma shampo dan sabun yang dikenakan Giselle.Aroma sabun dan shampo yang juga dia dapati di rumah Mattiash Miller sama persis dengan yang hirup dari tubuh Giselle, dia tidak sengaja, hanya bermain selayaknya detektif saat dia menemani Steven ke Pinehill."Aku suka aromanya saat menciumnya dari tubuh Rosa."Pernyataan Giselle yang menambah kecurigaannya jika perempuan yang menjadi kekasih Mattiash Miller adalah Rosalia Steele semakin kuat, tetapi Steven tetap percaya jika perempuan yang menjadi kekasih kakaknya adalah Rosemary Steele.Bagi Max, tidak

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 88

    "Dia menjijikkan."Elizabeth Branch bergidik dipenuhi rasa muak dan jijik di hadapan Igor Sanchez."Aku memang gila harta, tetapi bukan berarti aku mau melakukan segalanya demi uang.""Apa maksudmu?""Dia seorang biseks, aku menyelidiki pria itu dan kamu tahu dia bisa saja mengajak kita untuk pesta seks. Aku tidak segila itu, Igor."Igor menganggukkan kepalanya."Tidak hanya Bertrand Reeves, tetapi juga beberapa pria Reeves mereka semua gila dan menjijikkan."Elizabeth Branch kembali bergidik dipenuhi rasa muak dan jijik."Tidak heran jika mereka sanggup berbuat jahat pada saudara mereka sendiri. Mereka membuang Damian Reeves untuk keserakahan mereka, mereka membungkam mulut korban mereka dengan uang. Aku tidak mau berurusan lagi dengan mereka." ujarnya masih dengan wajah enggan dan jijik. "Pengecualian untuk Damian!"Dia menyelidiki tentang Bertrand Reeves, sebelum dia mendekati pria

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 87

    "Aneh, pria itu seperti menghilang begitu saja. Aku bahkan bertanya pada papa dan kamu tahu apa jawaban papa, Max?"Max menggelengkan kepalanya, Giselle sedang bermanja-manja dengan dirinya, menyandarkan kepalanya pada tubuh Max hingga Max dapat menghirup aroma harum shampoo yang memanjakan indra penciumannya."Papa bahkan baru pernah bertemu pria itu sekali, kata papa saat acara besar kantornya. Padahal papa punya jabatan di perusahaan Reeves."Max memilih diam dan membiarkan Giselle berceloteh, sesekali jemarinya memainkan rambut Giselle. Dia merasa senang telah berhasil membuat Giselle menjadi miliknya, ditambah saat ini Steven yang berada di dalam jeruji besi membuatnya dapat memiliki Giselle seutuhnya tanpa berbagi.Dia dapat terbangun di pagi hari dengan Giselle yang berada di dalam pelukannya tanpa harus khawatir ada Steven yang akan merebut tubuh Giselle dari pelukannya."Aku jadi paham kenapa Steve khawatir jika Rosa bersama Damian." Gisel

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 86

    Steven merenung di balik jeruji besi, perkataan Max mulai mengganggu dirinya. Rosemary mungkin masih hidup.Kepalanya menggeleng, malam itu dia memang mabuk, tetapi dia masih sangat sadar. Dia membuat gadis itu ketakutan kemudian mengancam akan lompat dan memilih mati darip

  • Cinta Bersalut Dusta    Chapter 85

    Sesuai dugaannya, suasana di ruang rapat sangatlah panas. Damian melihat ke arah kakeknya, William yang masih tampak gagah, tetapi dia tahu ada banyak beban pertengkaran yang membuat wajah pria itu terlihat semakin bertambah tua.Dia sudah meminta ijin pada kakeknya, dia akan mengembalik

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 84

    "Damian Reeves!" Kening Damian berkerut, kali ini bukan Rosalia yang mencegatnya berjalan menuju lift yang berada di lobi kantornya. Dia mencoba mengingat wanita yang berdiri di hadapannya, wanita yang berpenampilan selayaknya wanita karir profesional dengan heels hitam, kemeja put

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 83

    "Apa yang kamu lakukan, Liz?"Pertanyaan dari Igor membuat Elizabeth memasang wajah bingungnya."Aku mengenalkanmu pada pria Reeves lainnya, kamu mendengar bagaimana mereka ingin menjatuhkan Damian Reeves dan fotomu bersama Damian sempat beredar di berita dan sosial media."

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status