LOGIN"Tuan Reeves, lama tidak bertemu."
Suara yang membuat Damian terpaksa menoleh. "Siapa?" Elizabeth mencoba tersenyum manis meskipun terasa pahit, dia membuang harga dirinya untuk menyapa Damian Reeves. Dia sudah membayar mahal untuk makan siang hari ini demi bertemu seorang Damian Reeves. "Oh! Bukankah kamu seorang model?" Senyuman Elizabeth kembali mengembang sempurna saat pria yang duduk di hadapan Damian Reeves mengenalinya. "Benar, saya-""Tuan Reeves, lama tidak bertemu." Suara yang membuat Damian terpaksa menoleh. "Siapa?" Elizabeth mencoba tersenyum manis meskipun terasa pahit, dia membuang harga dirinya untuk menyapa Damian Reeves. Dia sudah membayar mahal untuk makan siang hari ini demi bertemu seorang Damian Reeves. "Oh! Bukankah kamu seorang model?" Senyuman Elizabeth kembali mengembang sempurna saat pria yang duduk di hadapan Damian Reeves mengenalinya. "Benar, saya-" "Kami sedang bicara hal penting, nona. Jadi bisa tinggalkan kami!" Bola mata Elizabeth hampir saja keluar saat kelopak matanya membesar mendengar pengusiran yang dia dapatkan dari pria yang duduk di hadapan Damian. "Anda me-" Elizabeth menelan ucapannya, dia tidak datang untuk membuat keributan. Dia datang untuk memberikan kesan yang manis dan tentu saja baik di hadapan Damian Reeves. "Maafkan saya jika mengganggu, saya hanya ingin-" "Apa anda tidak mengerti bahasa
"Damian!"Damian tidak juga menghentikan langkah kakinya saat mendengar seseorang memanggil namanya. Dia tahu Rosalia kembali datang dan dia sama sekali tidak berminat akan kehadiran gadis itu."Damian, aku-"Rosalia meneguk ludahnya, dia berharap Damian mau melihatnya sebentar dan bicara dengannya meskipun hanya sebentar."Damian, aku mohon! Beri aku waktu, lima menit saja."Berhasil, Rosalia bersorak sorai di dalam hatinya. Damian menghentikan langkah kakinya. Tatapan dingin Damian membuat tubuhnya mematung sesaat sebelum dia kembali sadar. Saat ini bukan waktu baginya mengagumi pria yang tetap terlihat tampan dan gagah di matanya itu."Aku minta maaf." Rosalia melembutkan suaranya, berharap kelembutan suaranya dapat meluluhkan sifat dingin pria yang berada di hadapannya saat ini."Maaf? Karena?"Rosalia kembali meneguk ludahnya. Dia tidak berani mengungkit mantan kekasihnya yang telah membuat Rosemary menghilang sampai
"Aku sedang berusaha membebaskanmu, Steve." wajah Giselle tampak sembab saat bertemu dengan Stephen.Telapak tangan mereka berusaha saling menempel terhalang dengan dinding kaca tipis yang menghalangi mereka di dalam ruang kunjungan tahanan."Aku baik-baik saja, Gigi." Steven berusaha memberikan senyuman terbaiknya kepada Giselle yang datang mengunjunginya di rumah tahanan."Aku sudah berusaha, Max juga sudah mencoba membantu. Gadis itu jatuh ke laut bukan sepenuhnya karena kesalahanmu."Steven masih mengingat malam di mana dia ingin tertawa puas melihat tubuh Rosemary yang terjun dengan bebas ke laut lepas di malam hari dan bantuan yang diberikan juga sudah terlambat pada saat itu. Pencarian yang dilakukan pada pagi hari pasti sudah akan sangat terlambat, siapa yang bisa bertahan terombang-ambing di tengah lautan semalam penuh sebelum semuanya sadar jika Rosemary telah menghilang dan dia bisa memberikan keterangan jika dirinya dalam keadaan mabuk untuk m
Hembusan nafas yang mengepulkan uap dingin keluar dari mulut dan hidung Damian Reeves. Udara dingin Genobia kembali menyelimuti dirinya saat kakinya menuruni anak tangga pesawat yang membawanya dari Brighton menuju Genobia. Pada akhirnya kota dingin ini menjadi rumahq keduanya, dia bahkan berencana menjadikannya sebagai rumah utamanya. Dia telah membawa dua orang kepercayaannya untuk membangun kembali bisnisnya dari awal, kedua orang tuanya juga mendukung keputusannya untuk perlahan-lahan melepaskan Grup Reeves. Damian Reeves memasuki perusahaan keluarganya dengan memulai segalanya dari bawah, dia dapat belajar dengan cepat tentang manajemen perusahaan bersamaan dengan kuliahnya. Perusahaan logistik yang bermasalah dengan perijinan gudang dan transportasi darat, di tangannya semua menjadi lancar, bahkan menambah sebuah kapal untuk mengangkut muatan barang yang akan dikirimkan ke luar negeri. Perusahaan tambang yang lagi-lagi bermasalah dengan
Rosalia tersenyum sopan, dia sedang menemani ayahnya yang menggantikan kakeknya pada pesta malam ini. Harapannya tentu saja untuk bertemu Damian dan gagal.Malam ini sosok Damian Reeves sama sekali tidak terlihat, dia susah berdandan dengan cantik dan menarik agar Damian melihat ke arahnya."Kakek, aku mau ke toilet dulu." pamitnya sebelum beranjak dari duduknya.Charles menganggukkan kepalanya. Meskipun kekasih Rosalia telah menyebabkan Rosemary menghilang di tengah lautan, dia tetap tidak bisa menyalahkan Rosalia sepenuhnya. Dia tidak bisa membenci Rosalia seperti yang dilakukan Adam dan orang tuanya, begitu juga dengan Damian yang sama sekali tidak mau berurusan dengan Rosalia.Malam ini seharusnya Adam ikut mendampinginya, tetapi kehadiran Rosalia membuat Adam memutuskan untuk tidak ikut. Dia juga tidak bisa memaksakan mereka dap
Senyum tipis yang menawan diberikan Elizabeth Branch sepanjang kehadirannya di malam ini, penampilannya memang harus memukau dan menawan sepanjang waktu. Acara pesta malam ini di hadiri oleh pengusaha-pengusaha penting, bahkan Igor yang biasanya enggan mendatangi pesta formal, malam ini terlihat begitu bersemangat. Igor membawanya ke tempat duduk mereka di ruang makan malam untuk acara pesta malam ini, meja-meja bundar dengan hiasan bunga mawar putih di tengah meja, ada delapan kursi yang mengelilingi meja dengan set alat makan tepat di depan kursi. Khas perjamuan makan malam mewah, Elizabeth sudah beberapa kali berada di perjamuan seperti malam ini. "Kita akan duduk bersama keluarga Reeves malam ini." bisik Igor di sepanjang perjalanan mereka menuju meja makan. Harapannya tentu saja bertemu Damian Reeves, tetapi dia sama sekali tidak melihat penampakan pria itu. Elizabeth segera duduk di kursi yang







