“Aku bukan perempuan yang mudah dikalahkan, Sagara!” Kata-kata itu seperti sebuah pelatuk yang ditarik dari sebuah tembakan, mengeluarkan peluru, dan mengenai tepat di jantung Sagara. Tidak bisa dipungkiri, darah Sagara terasa mendidih dan membuat amarahnya meletup tak karuan. Dalam sejarah hidupnya, dia tidak pernah diperlakukan seperti ini oleh siapapun terlebih lagi perempuan. Tapi pagi ini, seorang perempuan yang sialnya berstatus sebagai istrinya, dengan berani menantangnya. Membalik setiap ucapannya, dan tidak ada raut takut di wajahnya. “Kamu tampaknya cukup berani menantangku. Kita lihat, pada akhirnya, siapa yang akan menang. Kamu, atau aku.” Tidak ingin mendengar jawaban dari Jingga, Sagara meninggalkan perempuan itu dan pergi dari rumah. Berlama-lama berhadapan dengan Jingga, sepertinya hanya akan membuat Sagara naik pitam. Dia bukan laki-laki yang akan bermain tangan, tapi siapa yang akan tahu kalau kesabarannya justru dipermainkan. Setelah hari itu, hubungan Jingga d
最終更新日 : 2026-02-05 続きを読む