Xiao Diyu menyeringai lebar, bangga dengan penampilan barunya."Bagaimana? Aku tampan, kan?" katanya penuh percaya diri.Zhang Liu mengamatinya dari ujung kepala sampai ujung kaki. "Yah, lumayan.""Apa maksudmu lumayan?!" protes Xiao Diyu. "Banyak gadis menungguku di lantai satu! Aku mencarimu untuk memastikan kita akan bermalam di sini, kan?"Hun Mo kembali berkomentar dari dalam lautan batin. "Dia pecinta wanita cantik, Zhang Liu. Rumah bordil sudah seperti surga baginya."Zhang Liu menepuk jidatnya frustrasi. Dalam hati ia bergumam, 'Astaga, kenapa bawahanku seorang pria brengsek begini? Eh, bukan, dia serigala.'"Kita pergi sekarang," Zhang Liu memutuskan dengan tegas. "Tidak ada waktu bersantai.""Apa?! Ayolah, Tuan. Kau terlalu kolot. Setidaknya—"Belum selesai Xiao Diyu bicara, tiba-tiba terdengar suara wanita dari belakang. Jing Ling keluar dari ruangan dan langsung mendekati mereka."Siapa pemuda tampan ini, Zhang Liu?" godanya sambil menatap Xiao Diyu dengan senyum nakal. "Bi
Magbasa pa