Senyum cerah Jena memudar, ada rasa mencubit yang membuat Jena seakan tak bernafsu untuk menyapa Malik. Ia hanya memalingkan wajahnya dari Malik. Jangankan memberi senyum secerah matahari pagi ini, bahkan menatap wajah Malik yang sesekali menatap dirinya saja, Jena merasa malas. Segera Jena memeluk pinggang Abimanyu lalu berbisik, "Ayo pah." Abimanyu mengangguk, lalu menepuk jemari Jena yang melingkar di pinggangnya, lalu berpamitan pada Malik yang masih berdiri disamping mobilnya. “Ya sudah, salam buat ayah kamu ya.” "Ok, om." Abimanyu berlalu, meninggalkan Malik. Sekilas Malik menatap punggung Jena yang menjauh. Gadis nakal itu tak sedikitpun menoleh padanya. Apalagi menyapanya. “Udah gede sekarang dia,” gumam Malik pelan, "Berani banget dia engga natap muka gue." Senyum tipis terulas di bibirnya, lebih mirip geli daripada tersinggung. "Andai gue gak repot hari ini..." Ia melirik jam di pergelangan tangannya. Jadwal penerbangannya tinggal satu setengah jam lagi.
Terakhir Diperbarui : 2026-02-05 Baca selengkapnya