Valerius tidak menjawab. Sementara bahunya naik turun seiring dengan napasnya yang tidak beraturan.“Katakan padaku, Valerius! Kau menginginkanku, aku merasakannya!” Elara melangkah mendekat, lalu menyentuh lengan Valerius yang menegang seperti kawat baja.“Jangan lakukan ini lagi. Jangan tarik dirimu dariku setelah kau menunjukkan bahwa kau masih memilikiku.”“Kembalilah ke kamarmu, Elara,” ucap Valerius tanpa menoleh. Suaranya kembali menjadi kaku, meski ada getaran yang tidak bisa ia sembunyikan.“Tidak! Aku tidak akan pergi!” Elara memutar tubuh Valerius agar pria itu terpaksa menatapnya.Mata Elara mulai basah, dan memohon dengan kejujuran yang telanjang. “Sentuh aku, Valerius. Jika kau memang menginginkan pewaris, ambillah sekarang. Aku tidak peduli dengan kontrak itu lagi. Aku hanya ingin kau tidak mengabaikanku seperti ini.”Valerius menatap mata Elara, dan sesaat, ada pergulatan batin yang sangat nyata di sana.Tangannya terangkat, seolah ingin mengusap pipi Elara, namun ia s
Read more