Suasana makan siang keluarga besar palsu itu berjalan sangat ramai, riuh, dan dipenuhi oleh suara gelak tawa palsu dari Ayah, Nikita, dan Vira yang sibuk melempar candaan ringan di sepanjang sesi makan berlangsung.Aku berusaha keras memaksakan diriku untuk ikut menimpali obrolan kasual mereka, menyuap makananku dengan lahap seolah-olah aku adalah potret dari seorang anak tiri yang sangat bahagia dan normal pada umumnya di mata orang luar.Namun, di tengah-tengah jalannya aktivitas makan siang yang intim itu, perutku mendadak terasa mulas dan tenggorokanku memberikan sinyal kebelet ingin buang air kecil ke belakang, mungkin karena efek kebanyakan meminum es kelapa muda dingin tadi.Aku meletakkan sendokku perlahan di atas piring, lalu beranjak berdiri dari kursi sofa. "Yah, Bu, aku izin permisi mau ke belakang sebentar ya, kebelet mau ke toilet," kataku meminta izin pamit pada semuanya."Oh, iya, Ris, silakan. Toiletnya lurus saja lewat koridor dalam dekat ruang administrasi itu sana,
Last Updated : 2026-07-07 Read more