"Biasakan dirimu, Satria," ucap Vera. "Di lantai atas nanti, suasananya akan lebih 'panas' daripada di lobi. Kalau di bawah tadi cuma karyawan biasa yang suka gosip, di atas sana ada ular-ular berbisa yang suka menggigit."Satria menoleh, wajahnya berubah serius. "Maksud Nona, para 'tikus' manajemen yang tadi dibilang?""Benar. Ada rapat direksi mendadak lima menit lagi. Beberapa manajer senior yang korup ada di sana. Mereka yang bermain mata dengan Tuan Brata untuk menyabotase proyek ruko tadi pagi."Vera berbalik menghadap Satria, menatap matanya lekat-lekat."Tugasmu di sana bukan untuk memukul orang, kecuali terpaksa," instruksi Vera. "Tugasmu adalah berdiri di belakang kursi saya. Pasang wajah paling menyeramkan yang kamu punya. Buat mereka merasa terintimidasi. Buat mereka berpikir kalau mereka macam-macam, kamu bakal mematahkan leher mereka dalam satu detik."Satria menyeringai, membunyikan buku-buku jarinya. Krek."Oalah, kalau cuma melotot sama pasang muka sangar mah gampang,
Read more