Begitu pintu utama rumah terbuka, Vera melangkah masuk dengan perasaan yang masih melambung tinggi. Dia tersenyum sendiri, membayangkan momen-momen manis di pinggir jalan tadi. Namun, senyum itu langsung lenyap saat dia melihat ruang tamu yang masih terang benderang.Bukan hanya lampu yang menyala, tapi sosok Laras sudah duduk manis di sofa sambil memeluk bantal sofa, lengkap dengan sisa bumbu martabak di sudut bibirnya. Gadis itu tidak tidur, melainkan sedang menunggu dengan mata yang berbinar jenaka."Wah, baru pulang?" goda Laras begitu melihat kakaknya masuk bersama Satria. "Kok mukanya merah banget, Kak? Habis makan jagung bakar atau habis makan yang lain nih?"Vera yang tadinya merasa sangat tenang seketika berubah jadi salah tingkah. Dia menutup pintu dengan sedikit kasar, mencoba menyembunyikan wajahnya dari sorotan lampu ruang tamu yang terang."Laras! Kenapa belum tidur? Ini sudah hampir tengah malam," tegur Vera, suaranya naik satu oktaf karena malu.Laras tidak menggubris
Última actualización : 2026-06-16 Leer más