Vera masih menatap piring ketoprak di depannya dengan tatapan ragu. Di pinggir piring itu, Mang Udin juga menambahkan beberapa tusuk sate usus dan sate telur puyuh yang terlihat menggiurkan. Tapi bagi seorang CEO yang terbiasa makan hidangan mewah dengan alat makan perak, makanan pinggir jalan seperti ini jelas sangat baru baginya.Vera memegang sendok dan garpu di tangannya, tapi belum berani menyentuh makanan itu."Ayo dimakan, Non. Keburu kerupuknya melempem kena bumbu," tegur Satria yang sudah menyuapkan sendokan ketiga ke dalam mulutnya. Pipinya sampai menggembung penuh makanan.Vera menelan ludah. Dia melirik sate telur puyuh yang dilumuri bumbu kecap, lalu beralih menatap tumpukan tahu, bihun, dan taoge yang berselimut bumbu kacang kental."Ini rasanya beneran enak kan, Satria?" tanya Vera pelan.Satria tertawa pelan melihat bosnya yang masih banyak mikir."Kalau tidak enak, warung Mang Udin ini tidak mungkin seramai ini, Non," jawab Satria santai. "Coba saja satu suap dulu. Na
最後更新 : 2026-06-04 閱讀更多