Satria mendorong pintu kaca kafe yang kembali hening. Langkah kakinya terdengar santai saat berjalan mendekati meja bar, tempat Dinda masih berdiri terpaku dengan mata berbinar-binar penuh rasa lega.Satria tersenyum tipis, lalu menduduki kembali kursi tingginya yang sempat dia tinggalkan tadi."Semua sudah aman dan beres, Din. Mereka tidak akan berani datang ke sini lagi untuk cari gara-gara," kata Satria dengan nada santai sambil melirik cangkir kopinya yang sudah dingin.Dinda langsung keluar dari balik meja bar dan memeriksa tubuh Satria dari atas sampai bawah. Wajahnya masih menyiratkan rasa khawatir yang campur aduk dengan rasa kagum."Kamu beneran tidak apa-apa, Sat? Ada yang luka tidak? Tadi itu mereka banyak sekali lho, bawa balok kayu segala lagi," tanya Dinda dengan suara yang sedikit bergetar karena cemas.Satria terkekeh pelan sambil menepuk-nepuk lengan jaket kulitnya. "Aman, Din. Jangankan luka, lecet saja tidak ada kok. Anggap saja tadi itu cuma olahraga kecil biar oto
Última actualización : 2026-06-21 Leer más