"Lepaskan, Erion," kata Yasmin, menarik tangannya dengan sentakan kasar hingga genggaman pria itu terlepas. Ia melangkah mundur, menjauhkan diri dari jangkauan Erion. "Kau pikir, aku akan langsung percaya begitu saja?"Erion menatap telapak tangannya yang kini kosong, beralih menatap Yasmin dengan kilat tidak percaya. "Kau meragukan penjelasanku? Aku seorang Arberi, Yasmin. Aku tidak akan pernah mendongeng atau bersandiwara di depan wanita yang kusukai.""Tapi kau adalah Raja Odissian, Erion. Kebohongan politik adalah makanan harianmu. Aku sering melihat Kak Ohmad melakukannya pada Permaisuri," balas Yasmin sengit, sepasang matanya berkilat menantang.Erion mengerutkan keningnya, wajahnya terlihat tidak terima disamakan dengan Ohmad."Kau bilang tidak menggandeng tangannya. Tapi kau mengakui pergi ke pasar bersamanya, sampai mengantar ke kereta kudanya. Seorang raja kebetulan bertemu dengan putri pimpinan Dewan Agung, dan menjadi pahlawan yang mengantarnya pulang? Cerita macam apa itu
Read more