"Erion...Erion…" bisik Yasmin sekali lagi sebelum kesadarannya benar-benar lenyap ditelan kegelapan akibat pengaruh obat penenang.Saat mata itu kembali terbuka, Yasmin tidak lagi menjerit atau meronta. Ia hanya diam, menatap lurus ke langit-langit kamar rumah sakit dengan pandangan kosong.Di samping ranjangnya, seorang wanita paruh baya berpakaian bersahaja sedang duduk dengan raut wajah penuh kecemasan. Ibu Fitri, kepala panti asuhan yang merawat Yasmin sejak kecil, langsung menegakkan tubuhnya saat melihat kedua mata anak asuhnya terbuka."Yasmin? Nak, kamu sudah sadar?" tanya Ibu Fitri penuh rasa syukur.Yasmin tidak menoleh. Ia tetap melamun, membiarkan pertanyaan itu menguap begitu saja di udara. Wanita itu seperti kehilangan jiwanya, menyisakan raga yang hampa di dunia nyata."Yasmin, ini Ibu, Nak. Tolong bicara sesuatu," puji Ibu Fitri lagi, meraih tangan Yasmin yang terasa dingin.Perlahan, seolah membutuhkan tenaga yang sangat besar, Yasmin menggeser pandangannya ke arah Ib
Baca selengkapnya