Sepanjang perjalanan, tandu Yasmin bergerak perlahan di tengah kawalan pasukan—dikelilingi oleh dua puluh prajurit bersenjata lengkap yang siap melindungi sang putri dengan nyawa mereka. Formasi pengawalan sangat ketat—sepuluh di depan, lima di kiri, lima di kanan, dan lima lagi di belakang. Tidak ada celah untuk serangan mendadak.Melalui celah tirai yang sengaja ia buka agar tidak merasa pengap, Yasmin bisa melihat punggung tegap Erion yang berkuda tepat di samping kanan tandunya—tidak pernah menjauh lebih dari lima langkah. Matanya terus waspada melihat keadaan sekeliling—mengamati setiap semak belukar, setiap bayangan di balik pohon, mendengarkan setiap suara mencurigakan. Tangannya selalu berada dekat dengan gagang pedang di pinggangnya, siap menghunus kapan saja jika ada bahaya.Yasmin bersandar pada bantalan empuk, otaknya terus bekerja keras mencari jalan keluar untuk kembali ke dunianya. Ia memikirkan titik di mana semuanya dimulai, di mana Yasmin dari dunia nyata “menggantik
Read more