Paviliun tamu yang biasanya memancarkan kemewahan kini terasa seperti ruang pengadilan. Raja Hazir duduk di kursi utama dengan postur yang masih berusaha terlihat berwibawa, meski lingkar gelap di matanya mengkhianati malam yang tidak ia habiskan dengan tidur. Di sisinya, Ratu Cassia duduk tegak dengan kipas terlipat di pangkuannya, di sisi lain duduk Ohmad. Yasmin duduk di belakang Raja Hazir, tubuhnya tertutup dari pandangan Raja Galee. Sedangkan Erion berdiri di sudut ruangan, sedikit terpisah dari yang lain. Menempatkan dirinya di posisi yang bisa mengamati semua orang. “Aku menghargai undangan ini, Raja Hazir,” buka Raja Galee yang di ujung meja. Punggung pria itu bersandar santai, satu lengannya bertumpu di sandaran kursi,, namun di balik ketenangan itu tersimpan bara yang belum padam. “Tapi perlu kuingatkan, aku bukan tipe orang yang bisa dibujuk dengan hidangan manis dan senyum pagi hari.” “Dan aku bukan tipe raja yang suka memulai hari dengan ancaman,” balas Raja Hazir,
Read more