“Kalau ini memang akhir hidupku, setidaknya aku tidak melarikan diri seperti pengecut,” bisiknya pelan.Kaki Yasmin berdiri dengan posisi siap menarikan Sqiperia di tengah aula, menjadi poros dari ribuan pasang mata yang tampak menghakiminya. Ditariknya napas panjang, mencoba menenangkan diri. Ia berusaha mengingat setiap koordinasi kaki dan tangan yang sempat dipelajari secara kilat di paviliun.Suara gesekan Gusle mulai menguasai udara, menyayat keheningan. Yasmin memulai gerakannya. Perlahan tangannya bergerak memulai tarian. alih-alih kepakan elang yang agung, tangannya bergerak kaku, lebih mirip kepakan sayap ayam yang kehilangan induk. Kakinya berjinjit ragu, melangkah dengan ritme yang patah-patah.Dan bencana pun terjadi. Pada putaran pertama yang seharusnya menjadi pembukaan yang megah, kaki kanan Yasmin tersangkut pada ujung gaunnya yang menjuntai. Tubuhnya kehilangan keseimbangan, dan dalam hitungan detik, ia jatuh terduduk di atas lantai marmer yang dingin.Bruk!“Putri Ya
Read more