Sudah lebih dari sepuluh kali Kalla memelototi CV-nya di layar laptop. Tidak ada yang salah menurutnya. Tapi yang mengherankan kenapa sampai detik ini belum ada satu pun perusahaan yang menerimanya. Jujur, Kalla sudah mulai putus asa. Dia bahkan berniat belajar menjahit seperti ibunya. Meski sering mengeluh punggung, rejeki ibu datang sendiri ke rumah tanpa harus berkeliling mencari seperti dirinya. Satu tahun, menjadi pengangguran sukses bikin hidupnya rada stress. Kalla membuang napas, dan menutup laptop. Tidak ada gairah untuk melanjutkan kegiatannya mengirim CV lagi. Dua tangannya menopang dagu, pandangannya lurus ke luar jendela kamar. Memperhatikan taman mini di sebelah rumahnya, milik tetangga. Posisi dengan pandangan yang cukup indah, sangat pas untuk melamun. Saking khusuknya melamun, Kalla tidak sadar seseorang memasuki kamarnya. Tepat ketika bahunya ditepuk, dia terlonjak kaget. "Setan Bahlil! Eh, Bahlul!" teriaknya spontan. Membuat orang di belakang punggungnya terping
Terakhir Diperbarui : 2026-02-09 Baca selengkapnya