Fitri bergegas bangkit dari tubuh Juned dengan gerakan panik, lalu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos. "Jun, buruan pakai celanamu atau ke kamar mandi dulu! Biar aku yang buka pintunya," bisik Fitri setengah mendesak, matanya melirik cemas ke arah pintu kamar. Melihat kepanikan Fitri, Juned justru bersikap rileks sembari menarik kembali celananya ke atas tanpa terburu-buru. "Nggak usah panik, Fit, santai aja. Apa mau aku aja yang buka pintunya?" tawar Juned tenang. Fitri menoleh ke arah Juned yang tampak begitu santai tanpa beban. "Eh? Yaudah, kamu aja deh, Jun, yang buka pintunya," sahut Fitri, merasa lebih aman jika Juned yang menghadapi siapa pun di balik pintu itu. "Yaudah, kamu tunggu di sini aja nggak apa-apa, tutupin aja pakai selimut," ucap Juned lembut sebelum beranjak dari kasur. Fitri mengangguk cepat, menarik selimut tebal itu hingga sebatas dada. Sementara itu, Juned melangkah mantap menuju pintu dengan bertelanjang dada, memperlihatkan otot tubuhn
Last Updated : 2026-07-16 Read more