مشاركة

Kebablasan

مؤلف: NomNom69
last update تاريخ النشر: 2026-07-29 13:55:05

Nayla melangkah keluar menyusuri pintu kaca menuju pelataran halaman belakang, menghampiri Juned yang tengah duduk santai di pinggir kolam.

"Mas, masakannya udah matang nih," ujar Nayla seraya tersenyum manis. "Tinggal nunggu nasinya sebentar lagi matang."

Juned mendongak, menghembuskan asap rokoknya ke udara lalu mengangguk pelan. "Oke, makasih ya."

Nayla tak lantas kembali ke dapur. Gadis itu justru makin mendekat, merapat tepat di hadapan tempat duduk Juned dengan tatapan mata yang berkilat
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Terciduk Polos

    Suara dering nyaring dari saku celana Juned mendadak buyar fokus mereka berdua.Juned merogoh kantongnya dengan cepat, lalu melihat nama Ratna tertera di layar ponselnya."Halo, Na?" sapa Juned seraya menggeser tombol hijau dan menempelkan ponsel ke telinganya."Mas udah pulang belum?" tanya Ratna langsung dari seberang telepon, suaranya terdengar agak mengantuk."Udah nih, lagi sama Nayla dulu bentar di bawah," sahut Juned pelan sambil melirik ke arah Nayla."Yaudah, nanti kalau udah selesai langsung naik ke atas ya, tidur di kamar," ujar Ratna tegas."Iya, Na, sebentar lagi Mas naik," jawab Juned singkat sebelum akhirnya mematikan sambungan telepon.Juned mengantongi kembali ponselnya, lalu menghembuskan napas berat.Nayla menatap Juned dengan mata membulat polos, jemarinya perlahan mengendur dari kaus pria itu."Mbak Ratna ya, Mas?" tanya Nayla pelan dengan nada kecewa yang tak bisa disembunyikan.Juned tidak menjawab, melainkan langsung meraih kedua bahu Nayla dan mendorongnya lem

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Malam Yang Dinanti

    Juned menatap Nayla sebentar, lalu menghela napas panjang sembari menepuk pelan paha luarnya."Yaudah, tapi Mas mau mandi dulu bentar," kata Juned sambil beranjak dari kursinya, merenggangkan otot leher yang kaku.Nayla langsung mendongak cepat, matanya berbinar lega mendengar jawaban itu."Nanti tolong buatin Mas kopi ya, taruh di halaman belakang," lanjut Juned seraya mengusap rambut Nayla gemas.Nayla mengangguk cepat, jemarinya yang tadinya meremas baju kini melepaskan cengkeramannya."Siap, Mas, nanti Nayla antar kopinya ke belakang," sahut Nayla manis, menyunggingkan senyum tipis dengan pipi yang makin merona.Juned melangkah menuju kamar mandi sembari menyelempangkan handuk hitam di bahunya.Sementara itu, Nayla bergerak cepat ke area kompor dan menyalakan api untuk memanaskan air."Takaran gulanya sedang aja kan, Mas?" teriak Nayla setengah keras agar terdengar dari dapur."Iya, jangan kemanisan!" sahut Juned dari balik pintu kamar mandi yang mulai tertutup.Nayla menuangkan s

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Di Nanti.. Makan Malam

    Juned menarik diri secara paksa, napasnya memburu tak beraturan di tengah kamar yang terasa panas. Sinta terkesiap, tubuhnya yang telanjang masih gemetar menahan sisa gairah yang menggantung hebat.Juned menyambar ponselnya, jemarinya yang masih basah oleh keringat segera menggeser ikon hijau. Ia melirik Sinta yang kini menatapnya dengan tatapan campur aduk antara kesal dan penasaran."Halo, Des? Kenapa?" suara Juned berusaha terdengar stabil meski napasnya masih tersengal."Mas, transferin uang dong. Skincare aku habis, terus besok harus kondangan bareng Ibu ke desa," suara Desi terdengar lugas dari seberang telepon.Juned menghela napas panjang, memejamkan mata sesaat untuk meredam kekesalan yang tiba-tiba membuncah. Ia melirik Sinta yang kini menutup mulutnya dengan tangan, berusaha meredam desahannya sendiri."Ya sudah, nanti aku transfer," jawab Juned singkat, lantas memutuskan panggilan sepihak.Ia melempar ponselnya ke kasur dengan kasar, lalu menatap Sinta yang kini kembali me

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Puncak Kenikmatan Dua

    Juned mendesis pelan, menghentikan usapan jemarinya di kancing kemeja Sinta.Sinta memiringkan kepala, menatap layar ponsel Juned yang terus bergetar menyala di kegelapan kamar."Siapa, Ned? Kenapa enggak diangkat?" bisik Sinta lirih, tangannya masih melingkar manis di leher Juned.Juned menggeser tombol hijau di layar, lalu menempelkan ponselnya ke telinga seraya mengontrol deru napasnya. "Ya, Nay? Ada apa?""Mas Juned belum pulang ya?" suara Nayla terdengar lembut dan sedikit polos dari seberang telepon. "Ini Nayla udah selesai masak buat makan malam, Bu Ratna juga udah pulang nih mau makan malam."Juned menarik napas panjang, mencoba menetralkan nada suaranya agar tetap tenang. "Iya, Nay, ini Mas masih ada urusan bentar sama klien. Kalian makan duluan aja ya, jangan nungguin Mas.""Oh gitu... ya udah deh, Mas Juned jangan lupa makan ya," sahut Nayla mengakhiri panggilan.Juned menurunkan ponselnya setelah sambungan terputus, lalu meletakkan benda pipih itu ke atas meja rias Sinta.

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Candaan dan Sebuah Janji

    Ratna mendadak terkekeh pelan, mencairkan ketegangan yang sempat menggantung di udara."Bercanda kali, serius banget mukanya," ujar Ratna santai seraya menepuk bahu Juned pelan.Sinta buru-buru menarik kembali tangannya dari paha Juned, menyunggingkan senyum kaku ke arah Ratna. "Kaget saya, Bu...""Ya udah, lanjutin makan kalian," kata Ratna mengedipkan sebelah matanya ke arah Juned sebelum berlalu pergi menuju mejanya.Juned menghembuskan napas lega, lalu kembali menatap Sinta yang kini salah tingkah."Jadi... gimana kelanjutan omongan kamu tadi, Sin?" goda Juned seraya memajukan tubuhnya.Sinta meremas sendoknya, wajahnya memerah menahan malu sekaligus canggung."A-apaan sih, enggak ada," elak Sinta cepat, menyendok nasinya asal untuk mengalihkan pandangan.Juned terkekeh pelan, menyandarkan punggungnya seraya menikmati raut wajah Sinta yang mendadak salah tingkah."Masa panggil nama doang bikin kamu segagap ini, Sin?" goda Juned lagi, melirik jemari Sinta yang masih gemetar kecil d

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Dua Wanita..

    Juned berjalan santai menuju kursi kerjanya, lalu mendudukkan diri dengan tenang."Itu mah tergantung Bu Ratna, Ca," ucap Juned seraya menyandarkan punggungnya di kursi. "Coba kamu tanyain lagi gih ke dia."Caca mendengus kesal, menghentakkan kakinya pelan di atas karpet ruangan. "Masa aku yang nanya duluan, Pak? Kan Bapak yang waktu itu nawarin!"Juned terkekeh pelan melihat wajah cemberut asistennya itu, lalu memajukan tubuhnya menopang dagu di atas meja."Ya udah, atau enggak nanti saya cariin rumah yang deketan sama rumah saya," potong Juned memberi solusi. "Biar gampang kalau mau bolak-balik."Mendengar tawaran itu, raut wajah Caca seketika melunak, digantikan binar penasaran."Beneran ya, Pak?" bisik Caca pelan seraya melangkah mendekati meja kerja Juned. "Awas kalau cuma janji manis doang."Juned mengangguk yakin seraya menyunggingkan senyum tipis. "Iya, beneran. Nanti saya yang urus."Caca tersenyum puas, membetulkan posisi rok kerjanya sebelum merapikan berkas di atas meja."

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status