Air keluar begitu deras dari selang, dan membuat tubuh Serena langsung basah kuyup.Semprotan air itu bukan hanya melunturkan lumpur dari pakaiannya, tetapi juga lumpur di wajahnya. Serena memejamkan mata begitu dorongan air itu mengenai wajahnya.Setelah melihat itu, Martin buru-buru mematikan kran.“Aku tidak sengaja, sungguh!” kedua matanya beberapa kali mengerjap pelan dan meneguk ludahnya kasar melihat respon Serena yang dingin.“Martin,” lirih Serena mulai menahan emosinya karena perbuatan Martin yang menyemprot tubuh serta wajahnya tanpa permisi.“Kau mengganggapku kambing?”Martin terkekeh pelan dan terdengar tawa canda khasnya, namun tawa itu juga hampa. “Kalau aku menganggapmu kambing, aku tidak akan menikahimu.”Dengan gerakan kaku Martin menurunkan selang itu. Karena masalahnya adalah Serena terlihat sangat marah padanya. Berdasarkan pengalamannya, Serena akan segera berteriak sangat keras menyebut namanya.“Ayo masuk saja,” ucap Martin mendekat, namun tidak berani mendek
Read more