Tidak ada penolakan yang berarti, karena Serena mendongak dan bibirnya secara otomatis membalas ciuman Martin.Dengan Martin yang bertopang pada sandaran sofa di belakangnya, Martin mengurung Serena dengan tubuhnya yang besar.Martin mengangkat tangannya untuk mengusap pinggang Serena karena Serena yang membuka bibir.Sehingga memberikan akses untuk dirinya memperdalam permainan mereka.Tetapi, tidak lama, alarm bahaya dari Serena berbunyi. Karena Serena mengintip dan melihat aset Martin yang berdiri. Sehingga Serena langsung membuat perlawanan.“Hm!” Serena menggeleng karena Martin enggan melepaskan ciuman mereka. Sehingga Serena menendang Martin, dan sialnya tepat di kaki tengah Martin.“Akh!” Martin mundur sembari meraba pahanya yang terkena serangan dengkul Serena.“Martin,” lirih Serena sembari menutup mulutnya sendiri.“Akh!” Martin mundur, lalu berbaring di atas ranjang dengan posisi terlentang menatap langit kamar.“Sakit, Serena..” lirihnya kesakitan.Merasa bersalah namun jug
Read more