“Kau!” Serena meneguk ludahnya kasar. Dan seperti biasa, Lia memang sering asbun. Dan keasbunan tetangga Serena itu sungguh menyebalkan.“Ja-jangan asal bicara,” lanjut Serena.Sedangkan Martin segera mengusap punggung tangan Serena lembut. “Kami menerima doa tulusmu.” Anggukan kecil dengan kedua mata yang tertutup dan seolah sedang mengamini ucapan Lia.Serena memejamkan mata, respon Martin memang selalu berbading terbalik dengannya. Tahu karena alasannya mungkin untuk mendalami peran. Tapi hamil? Hamil adalah suatu yang besar dan jangan asbun sembarangan.“Jadi begini, kalian tidak perlu membayarku. Kalian akan segera menikah dan pasti membutuhkan biaya banyak. Aku akan mengembalikan uang kalian.” Jelas Serena, tidak bukan karena Serena merasa sudah mampu. Tapi, Serena merasa mereka lebih butuh uang itu dan yang dilakukannya tidak seberapa.Meski kepalanya sempat sakit karena dijambak ibu Andrian.“Tidak, jangan. Anggap saja sebagai terima kasih dari kami.”“Aku tidak bisa dan aku ak
Read more