Suasana di dalam toko kue La Douceur yang tadinya dipenuhi aroma manis mentega dan stroberi, kini mendadak amis oleh bau darah dan ketegangan yang mencekik. William menepis tangan Altair dengan sentakan kasar, sebuah gerakan yang memicu riak udara dingin di antara mereka. Dua pria itu kini berdiri berhadapan—dua kutub yang sangat berlawanan. William Stuard, dengan rambut emas dan aura emasnya, tampak seperti Matahari Agung yang sedang murka, sementara Altair, dengan jubah hitam dan mata merahnya, terlihat seperti Bulan Berdarah yang tenang namun mematikan."Sejak awal kau terlalu banyak ikut campur dalam urusan domestik Eldoria, berengsek," desis William. Suaranya rendah, namun penuh dengan kebencian yang sudah tidak lagi ia tutupi dengan basa-basi tata krama istana. Gelar dan etiket seolah menguap, menyisakan dua pria yang siap saling menghancurkan.Altair tidak tampak terintimidasi. Sebaliknya, ia justru menyunggingkan senyum tipis yang provokatif. Ia melirik Eli sesaat, lalu
Terakhir Diperbarui : 2026-04-30 Baca selengkapnya